Anda di sini

Kinerja Ekspor TPT K1 2010 Tumbuh 18.74%

Kinerja ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) pada kuartal pertama tahun ini cukup mengesankan dengan nilai ekspor sebesar US$ 2.64 miliyar atau naik 18.74% (yoy). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekspor kali ini justru didorong oleh benang dan kain yang naik 37.71% disusul oleh ekspor fiber yang naik 36.29% dan garment yang hanya naik 8.53%.

Sekjend IKA ITT - STTT, Redma Gita Wirawasta mengungkapkan bahwa kenaikan nilai ekspor benang dan kain tahun ini dikarenakan naiknya harga persatuan. " Jika kita teliti lebih lanjut, ternyata secara volume ekspor benang justru sebesar 24.69%" tegasnya. Redma menegaskan bahwa kondisi diatas memperlihatkan kinerja produksi industri benang dan kain kita yang kian terpuruk. Volume ekspor yang turun berarti volume produksi juga turun artinya masih ada pengurangan tenaga kerja disubsektor ini. "Mudah-mudahan pengurangan tenaga kerja terjadi karena perisahaan melakukan modernisasi proses produksi, bukan karena berkurangnya volume order" tambahnya.

Sejak pertengahan 2009 hingga saat ini, harga bahan baku baik kapas maupun serat sintetik berada pada level tinggi sebagai akibat tingginya permintaan kapas dan naiknya harga minyak mentah dunia. Redma menambahkan bahwa seharusnya kinerja industri benang dan kain akan lebih baik jika mendapatkan pasokan serat rayon yang cukup.

Indonesia merupakan salah satu produsen serat rayon utama dunia dengan kapasitas produksi sekitar 300 ribu ton pertahun. Namun sekitar 80% dari jumlah ini diekspor sehingga industri benang kita kesulitan untuk mendapatkannya. Redma menjelaskan bahwa untuk mendapatkan nilai tambah yang maksimal dan meningkatkan kembali industri TPT di hilir seharusnya pemerintah berani mengenakan hambatan ekspor serat rayon industri karena kebutuhan rayon industri benang kita yang sangat besar menyusul tingginya permintaan benang dan kain rayon dunia. "Pemerintah seharusnya mengenakan pajak ekspor sebesar 30% pada serat rayon sehingga bisa memaksa produsen untuk memenuhi kebutuhan rayon domestik" tegasnya.

Perbaikan kinerja nilai ekspor industri TPT Indonesia tidak terlepas dari kondisi pasar dunia yang mulai membaik. Pasar Amerika Serikat sebagai salah satu barometer pasar tradisional memperlihatkan pertumbuhan impor yang cukup signifikan meski belum kembali pada performa semula.

Marketing manager Indotextiles, Yuliab mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat dengan berbagai kebijakannya telah berhasil meredam dampak krisis hingga daya beli masyarakat disana terus berangsur pulih. Hal ini terlihat dari volume impor TPT-nya di kuartal 1 yang naik 13.97%, meskipun harga persatuannya turun karena nilai hanya naik 4.28%

Begitu pula halnya dengan pasar Eropa, Jepang dan Asia lainnya terus memperlihatkan perbaikan. Hal ini terlihat dari buyer retailer dunia yang terus melakukan ekspansi meskipun hanya ekspansi kecil.